<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Busran Nofit</title>
	<atom:link href="http://busran.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://busran.wordpress.com</link>
	<description>let's make discussion with me ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2009 04:55:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di RSA encryption oleh ricky</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2007/04/17/rsa-encryption/#comment-170</link>
		<dc:creator>ricky</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 04:55:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/2007/04/17/rsa-encryption/#comment-170</guid>
		<description>Slm hormat, saya mencoba membuat sebuah enkripsi buatan lokal yang diberi nama enkripsi indonesiancode, saya mengajak untuk melakukan pengujian analisis sandi terhadap enkripsi ini, contoh pesan : &amp;l5ls&amp;jptlr54p&amp;jlkjqj6l5lso42oc  
untuk mendapatkan demo program enkripsi dapat menghubungi ricky, di email funky_modern@yahoo.com, atw di no HP. 085722228248. Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Slm hormat, saya mencoba membuat sebuah enkripsi buatan lokal yang diberi nama enkripsi indonesiancode, saya mengajak untuk melakukan pengujian analisis sandi terhadap enkripsi ini, contoh pesan : &amp;l5ls&amp;jptlr54p&amp;jlkjqj6l5lso42oc<br />
untuk mendapatkan demo program enkripsi dapat menghubungi ricky, di email <a href="mailto:funky_modern@yahoo.com">funky_modern@yahoo.com</a>, atw di no HP. 085722228248. Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di RSA encryption oleh ricky h. arsyad</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2007/04/17/rsa-encryption/#comment-169</link>
		<dc:creator>ricky h. arsyad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 02:38:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/2007/04/17/rsa-encryption/#comment-169</guid>
		<description>Slm hormat, saya mengajak untuk memecahkan enkripsi buatan lokal dengan algoritma enkripsi indonesiancode yang telah dibuat, pesan teracaknya yaitu : 
^[+&lt;n)n@\)^@n+\?\:)&#124;)n(\@\}\-\&lt;!&#124;+ld

Terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Slm hormat, saya mengajak untuk memecahkan enkripsi buatan lokal dengan algoritma enkripsi indonesiancode yang telah dibuat, pesan teracaknya yaitu :<br />
^[+&lt;n)n@\)^@n+\?\:)|)n(\@\}\-\&lt;!|+ld</p>
<p>Terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Implementasi Debug/Assembler untuk Pemograman Periferal Interface oleh DODI YANDRA</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/24/implementasi-debugassembler-untuk-pemograman-periferal-interface/#comment-166</link>
		<dc:creator>DODI YANDRA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 03:27:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=72#comment-166</guid>
		<description>Latihan : (DODI YANDRA.27613001.TEKNIK PERIPHERAL)

Buatlah program dengan Assembler/Debug untuk menampilkan Bendera Merah Putih disudut Kanan Atas, dimana panjang bendera adalah 12 Karakter Kosong (ASCII 20). Gunakan metode pengaturan Kursor Interupsi 10 Service 2 dan Interupsi 10 Service 9 pada kasus ini.
Jawaban/Komentar Anda diketikkan langsung pada Blog ini, pada bagian pemberian Komentar.

Assalamualaikum wr, wbr Pak Busran dan kepada seluruh pengunjung setia blog ini.
Tentang DEBUG pada perkuliahan Teknik Peripheral memberikan kepada saya suatu konsep dasar bagaimana komputer dapat melaksanakan perintah dari  User (manusia) yang sebenarya User tidak dapat berkomunikasi secara langsung tanpa dengan suatu interface bahasa yang dimengerti oleh komputer,  pada awalnya interface bahasa yang digunakan adalah Bahasa Mesin yang dikenal  Assembly Language, jika mendengar nama ini pada saat-saat sekarang memang membuat kita pusing 7 X keliling hehehee….., Namun perlu diketahui bahwa kita tidak dinamakan seorang Suhu Komputer diatas ahliya Komputer karena pada interface bahasa ini kita percis tahu apa itu komputer yang sebenarnya dan kita bisa berbuat apa saja untuk menguasai dunia ini wah….udah mulai serius nih, kalau membobol bank bisa nggak yag pasti lebih dari itu deh,heheheee….tapi jangan serius dong ntar FBI merasa  terancam dan kita ditangkap jadinya hahahaaa……, 
Baiklah saya akan mencoba menyelesaikan Kasus yang bapak berikan :
1.	Kita buat dulu Command atau perintahnya dengan cara :
•	Masuk dulu melalui RUN pada start Menu Windows dan ketik CMD untuk masuk ke DOSya Window
•	Tertulis disana dengan C:\ Documents and Setting\Administrator&gt;
•	Kemudian kita buat Command didepannya dengan     cd\
•	Kita akan masuk ke C:\&gt;  dan beri  Command DEBUG untuk masuk pada kode Program Assembly yang kita maksud
•	Setelah kita Enter maka akan tanda Hypen yang mengawalinya nha baru kita lanjutkanpada langkah selanjutnya……..
2.	Untuk lebih singkatnya saya akan tulis kode programmya sebagai berikut :
_A100   ‘Enter
_(muncul angka) MOV  AH,02    ‘Enter
_(muncul angka) MOV  DH,01    ‘Enter
_(muncul angka) MOV  DL,3C      ‘Enter
_(muncul angka) MOV  BH,0       ‘Enter
_(muncul angka) INT  10              ‘Enter
_(muncul angka) MOV  AH,09     ‘Enter
_(muncul angka) MOV  BL,47      ‘Enter
_(muncul angka) MOV  CX,14     ‘Enter
_(muncul angka) INT 10               ‘Enter
_(muncul angka) INT 20               ‘Enter
_(muncul angka)                            ‘Enter
_G			              ‘Enter

      { MAKA AKAN ADA BENDERA BERWARNA MERAH DISUDUT POJOK KANAN LAYAR 
       DAN KITA AKAN MEMBUAT BENDERA BERWARNA PUTIH PERCIS NEMPEL DIBAWAH BENDERA                                WARNA MERAH , Ikuti Perintah dibawah ini :…..}

_A(ditambahkan angka yang muncul sebelum  MOV DH,01)  ‘Enter
_(muncul angka) MOV  DH,02    ‘Enter
_(muncul angka)                            ‘Enter
_G			              ‘Enter
_A(ditambahkan angka yang muncul sebelum  MOV  BL,47)  ‘Enter
_(muncul angka) MOV  BL,70     ‘Enter
_(muncul angka)                            ‘Enter
_G			              ‘Enter

{ MAKA AKAN ADA BENDERA BERWARNA PUTIH DISUDUT POJOK KANAN LAYAR YANG PERCIS DIBAWAH WARNA MERAH DAN MENJADI BENDERA APA AYO….?? PASTI TAHU DEH….HEHEHEEEE…,:…..}

3.	Selamat mencoba ya….</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Latihan : (DODI YANDRA.27613001.TEKNIK PERIPHERAL)</p>
<p>Buatlah program dengan Assembler/Debug untuk menampilkan Bendera Merah Putih disudut Kanan Atas, dimana panjang bendera adalah 12 Karakter Kosong (ASCII 20). Gunakan metode pengaturan Kursor Interupsi 10 Service 2 dan Interupsi 10 Service 9 pada kasus ini.<br />
Jawaban/Komentar Anda diketikkan langsung pada Blog ini, pada bagian pemberian Komentar.</p>
<p>Assalamualaikum wr, wbr Pak Busran dan kepada seluruh pengunjung setia blog ini.<br />
Tentang DEBUG pada perkuliahan Teknik Peripheral memberikan kepada saya suatu konsep dasar bagaimana komputer dapat melaksanakan perintah dari  User (manusia) yang sebenarya User tidak dapat berkomunikasi secara langsung tanpa dengan suatu interface bahasa yang dimengerti oleh komputer,  pada awalnya interface bahasa yang digunakan adalah Bahasa Mesin yang dikenal  Assembly Language, jika mendengar nama ini pada saat-saat sekarang memang membuat kita pusing 7 X keliling hehehee….., Namun perlu diketahui bahwa kita tidak dinamakan seorang Suhu Komputer diatas ahliya Komputer karena pada interface bahasa ini kita percis tahu apa itu komputer yang sebenarnya dan kita bisa berbuat apa saja untuk menguasai dunia ini wah….udah mulai serius nih, kalau membobol bank bisa nggak yag pasti lebih dari itu deh,heheheee….tapi jangan serius dong ntar FBI merasa  terancam dan kita ditangkap jadinya hahahaaa……,<br />
Baiklah saya akan mencoba menyelesaikan Kasus yang bapak berikan :<br />
1.	Kita buat dulu Command atau perintahnya dengan cara :<br />
•	Masuk dulu melalui RUN pada start Menu Windows dan ketik CMD untuk masuk ke DOSya Window<br />
•	Tertulis disana dengan C:\ Documents and Setting\Administrator&gt;<br />
•	Kemudian kita buat Command didepannya dengan     cd\<br />
•	Kita akan masuk ke C:\&gt;  dan beri  Command DEBUG untuk masuk pada kode Program Assembly yang kita maksud<br />
•	Setelah kita Enter maka akan tanda Hypen yang mengawalinya nha baru kita lanjutkanpada langkah selanjutnya……..<br />
2.	Untuk lebih singkatnya saya akan tulis kode programmya sebagai berikut :<br />
_A100   ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  AH,02    ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  DH,01    ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  DL,3C      ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  BH,0       ‘Enter<br />
_(muncul angka) INT  10              ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  AH,09     ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  BL,47      ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  CX,14     ‘Enter<br />
_(muncul angka) INT 10               ‘Enter<br />
_(muncul angka) INT 20               ‘Enter<br />
_(muncul angka)                            ‘Enter<br />
_G			              ‘Enter</p>
<p>      { MAKA AKAN ADA BENDERA BERWARNA MERAH DISUDUT POJOK KANAN LAYAR<br />
       DAN KITA AKAN MEMBUAT BENDERA BERWARNA PUTIH PERCIS NEMPEL DIBAWAH BENDERA                                WARNA MERAH , Ikuti Perintah dibawah ini :…..}</p>
<p>_A(ditambahkan angka yang muncul sebelum  MOV DH,01)  ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  DH,02    ‘Enter<br />
_(muncul angka)                            ‘Enter<br />
_G			              ‘Enter<br />
_A(ditambahkan angka yang muncul sebelum  MOV  BL,47)  ‘Enter<br />
_(muncul angka) MOV  BL,70     ‘Enter<br />
_(muncul angka)                            ‘Enter<br />
_G			              ‘Enter</p>
<p>{ MAKA AKAN ADA BENDERA BERWARNA PUTIH DISUDUT POJOK KANAN LAYAR YANG PERCIS DIBAWAH WARNA MERAH DAN MENJADI BENDERA APA AYO….?? PASTI TAHU DEH….HEHEHEEEE…,:…..}</p>
<p>3.	Selamat mencoba ya….</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Konsep &#8220;Sistem Bus&#8221; untuk Periperal Interface oleh busran</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2007/09/28/konsep-sistem-bus-untuk-periperal-interface/#comment-165</link>
		<dc:creator>busran</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 08:19:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/2007/09/28/konsep-sistem-bus-untuk-periperal-interface/#comment-165</guid>
		<description>OK, untuk kecerdasan bersama, seluruh naskah yang ada di blog ini copyright nya adalah open source, silahkan digunakan untuk kemaslahatan bersama. Thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>OK, untuk kecerdasan bersama, seluruh naskah yang ada di blog ini copyright nya adalah open source, silahkan digunakan untuk kemaslahatan bersama. Thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Konsep &#8220;Sistem Bus&#8221; untuk Periperal Interface oleh namaku</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2007/09/28/konsep-sistem-bus-untuk-periperal-interface/#comment-164</link>
		<dc:creator>namaku</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 06:10:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/2007/09/28/konsep-sistem-bus-untuk-periperal-interface/#comment-164</guid>
		<description>maaf mengganggu

saia minta ijin ambil komentar yang ada di sini untuk tugas saia

topik tugas saia ada yang membahas tentang bus
waktu search di google ketemu halaman ini, jadi saia copy paste 

komentar yang saia ambil punya Rhama Eka Putra

makasi untuk yang empunya halaman ini dan Rhama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf mengganggu</p>
<p>saia minta ijin ambil komentar yang ada di sini untuk tugas saia</p>
<p>topik tugas saia ada yang membahas tentang bus<br />
waktu search di google ketemu halaman ini, jadi saia copy paste </p>
<p>komentar yang saia ambil punya Rhama Eka Putra</p>
<p>makasi untuk yang empunya halaman ini dan Rhama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Variabel Length Subnet Mask (VLSM) oleh Dodi Yandra</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/05/variabel-length-subnet-mask-vlsm/#comment-163</link>
		<dc:creator>Dodi Yandra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 15:12:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=65#comment-163</guid>
		<description>Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah teknologi kunci pada jaringan skala besar. Mastering konsep VLSM tidak mudah, namun VLSM adalah sangat penting dan bermanfaat untuk merancang jaringan. 
Keuntungan yang VLSM 
VLSM provides the ability to subnet an already subnetted network address. VLSM menyediakan kemampuan untuk subnet jaringan yang sudah subnetted alamat. The benefits that arise from this behavior include: Manfaat yang timbul dari perilaku ini adalah: 
•	Efisien menggunakan alamat IP: alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet. 
Alamat IP yang tidak disia-siakan; misalnya, Kelas C jaringan 192.168.10.0 dan masker dari 255.255.255.224 (/ 27) memungkinkan untuk memiliki delapan subnets, masing-masing dengan 32 alamat IP (30 dari yang dapat diberikan) . Bagaimana jika kita memiliki beberapa WAN link dalam jaringan (WAN link hanya membutuhkan satu alamat IP pada masing-masing pihak, maka jumlah total dua alamat IP untuk setiap link WAN dibutuhkan). 

VLSM dapat dengan salah satu subnet subnets, 192.168.10.32, subnets menjadi lebih kecil dengan mask of 255.255.255.252 (/ 30). Dengan cara ini kita berakhir dengan delapan subnets hanya tersedia dua host yang masing-masing dapat digunakan pada WAN link. 

30 subnets dibuat adalah: 192.168.10.32/30, 192.168.10.36/30, 192.168.10.40/30, 192.168.10.44/30, 192.168.10.48/30, 192.168.10.52/30, 192.168.10.56/30 192,168. 10.60/30. 
•	VLSM mendukung hirarkis menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization. 
•	Yang terakhir dapat berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21. 
Nah sebenarnya penjelasan tentang VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) masih banyak lagi namun pada kesempatan ini saya hanya bisa memberikan sedikit komentar diblog ini. Mudah2an ini menjadi motivasi bagi saya untuk terbiasa berkomentar ala Blog hehehee... Doakan ya,.. .Good Luck ITP’s Student special in IT Term. See you….!! (dido@s2udios-IT07)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Variable Length Subnet Mask (VLSM) adalah teknologi kunci pada jaringan skala besar. Mastering konsep VLSM tidak mudah, namun VLSM adalah sangat penting dan bermanfaat untuk merancang jaringan.<br />
Keuntungan yang VLSM<br />
VLSM provides the ability to subnet an already subnetted network address. VLSM menyediakan kemampuan untuk subnet jaringan yang sudah subnetted alamat. The benefits that arise from this behavior include: Manfaat yang timbul dari perilaku ini adalah:<br />
•	Efisien menggunakan alamat IP: alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet.<br />
Alamat IP yang tidak disia-siakan; misalnya, Kelas C jaringan 192.168.10.0 dan masker dari 255.255.255.224 (/ 27) memungkinkan untuk memiliki delapan subnets, masing-masing dengan 32 alamat IP (30 dari yang dapat diberikan) . Bagaimana jika kita memiliki beberapa WAN link dalam jaringan (WAN link hanya membutuhkan satu alamat IP pada masing-masing pihak, maka jumlah total dua alamat IP untuk setiap link WAN dibutuhkan). </p>
<p>VLSM dapat dengan salah satu subnet subnets, 192.168.10.32, subnets menjadi lebih kecil dengan mask of 255.255.255.252 (/ 30). Dengan cara ini kita berakhir dengan delapan subnets hanya tersedia dua host yang masing-masing dapat digunakan pada WAN link. </p>
<p>30 subnets dibuat adalah: 192.168.10.32/30, 192.168.10.36/30, 192.168.10.40/30, 192.168.10.44/30, 192.168.10.48/30, 192.168.10.52/30, 192.168.10.56/30 192,168. 10.60/30.<br />
•	VLSM mendukung hirarkis menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization.<br />
•	Yang terakhir dapat berhasil mengurangi jumlah rute di routing table oleh berbagai jaringan subnets dalam satu ringkasan alamat. Misalnya subnets 192.168.10.0/24, 192.168.11.0/24 dan 192.168.12.0/24 semua akan dapat diringkas menjadi 192.168.8.0/21.<br />
Nah sebenarnya penjelasan tentang VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) masih banyak lagi namun pada kesempatan ini saya hanya bisa memberikan sedikit komentar diblog ini. Mudah2an ini menjadi motivasi bagi saya untuk terbiasa berkomentar ala Blog hehehee&#8230; Doakan ya,.. .Good Luck ITP’s Student special in IT Term. See you….!! (dido@s2udios-IT07)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Variabel Length Subnet Mask (VLSM) oleh sariningsih</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/05/variabel-length-subnet-mask-vlsm/#comment-162</link>
		<dc:creator>sariningsih</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 14:36:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=65#comment-162</guid>
		<description>VBSM. Suatu fitur untuk pengaturan rute bagi sistem operasi terutama untuk menspesifikasikan atau mengidentifikasi suatu subnet mask yang berbeda untuk jaringan yang sama pada subnet yang berbeda. VLSM ini dapat membantu dalam optimalisasi address space. Pada saat menggunakan VLSM, administrator jaringan harus menggunakan sebuah routing protokol yang mendukung teknologi ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>VBSM. Suatu fitur untuk pengaturan rute bagi sistem operasi terutama untuk menspesifikasikan atau mengidentifikasi suatu subnet mask yang berbeda untuk jaringan yang sama pada subnet yang berbeda. VLSM ini dapat membantu dalam optimalisasi address space. Pada saat menggunakan VLSM, administrator jaringan harus menggunakan sebuah routing protokol yang mendukung teknologi ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Variabel Length Subnet Mask (VLSM) oleh SRI MURNI</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/05/variabel-length-subnet-mask-vlsm/#comment-161</link>
		<dc:creator>SRI MURNI</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 14:04:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=65#comment-161</guid>
		<description>VLSM bukan hanya digunakan untuk operasi/implementasi subnetting, tapi juga supernetting (penggabungan beberapa subnet kecil menjadi subnet yang lebih besar). Karena penggabungan subnet kecil ini kadang mengakibatkan keraguan kelas dari sebuah rentang IP, maka digunakan istilah CIDR (Classless InterDomain Routing -&gt; Istilah ini dipaksakan supaya tidak menggunakan CIR - Committed Information Rate yang sering ditemukan di Frame Relay network).
VLSM adalah metode yang digunakan dalam CIDR dalam merepresentasikan subnet mask yang digunakan. CIDR juga digunakan di IPv6 (bayangkan kalau gak pakai CIDR, berapa banyak ff:ff:ff:… yang harus digunakan untuk mewakili kemiripan 255.255…. di IPv4)

VLSM memang awalnya digunakan untuk membagi/ memecah satu subnet besar menjadi kumpulan subnet-subnet kecil demi menghindari kelebihan alamat IP publik yang tidak terpakai (wasted IP address) yang diberikan dari ISP ke client. Apalagi IPv4 memiliki jumlah yang cukup ‘terbatas’.Setelah muncul RFC 1918 (alokasi untuk private internet - alamat IP private), VLSM juga digunakan untuk tujuan yang sama. Karena untuk private IP ‘kelas’ A, B dan C menjadi jauh lebih fleksibel untuk penggunaan internal. Tapi tanpa memecah subnet menjadi subnet-subnet kecil, kecenderungan anomali jaringan komputer menjadi naik (diantaranya broadcast storm).
Representasi VLSM tidak menggunakan kumpulan 4-octet yang biasaditemukan (mis: 255.255.0.0 untuk default subnet mask kelas B), tapi VLSM membantu menerjemahkan’ angka yang digunakan menjadi kumpulan 4-octet yang digunakan untuk melakukan subnetting.
Bentuk representasinya adalah dengan menggunakan tanda ‘/’ diikuti dengan angka antara 2 - 30 (usable subnets) subnet mask 255.0.0.0 direpresentasikan dengan /8 -&gt; hanya 8-bit pertama dari total 32-bit alamat IPv4 yang digunakan subnet mask 255.255.0.0 direpresentasikan dengan /16 -&gt; hanya 16-bit pertama yang digunakan subnet mask 255.255.255.0 direpresentasikan dengan /24 -&gt; hanya 24-bit pertama yang digunakan bit ‘pertama’ diarahkan kepada ‘most significant bit’ (alias dimulai dari yang paling kiri ke kanan … untuk pengertian bahasa sehari-hari)

jadi /30 merupakan representasi 255.255.255.252
/22 merupakan representasi 255.255.252.0 dst</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>VLSM bukan hanya digunakan untuk operasi/implementasi subnetting, tapi juga supernetting (penggabungan beberapa subnet kecil menjadi subnet yang lebih besar). Karena penggabungan subnet kecil ini kadang mengakibatkan keraguan kelas dari sebuah rentang IP, maka digunakan istilah CIDR (Classless InterDomain Routing -&gt; Istilah ini dipaksakan supaya tidak menggunakan CIR &#8211; Committed Information Rate yang sering ditemukan di Frame Relay network).<br />
VLSM adalah metode yang digunakan dalam CIDR dalam merepresentasikan subnet mask yang digunakan. CIDR juga digunakan di IPv6 (bayangkan kalau gak pakai CIDR, berapa banyak ff:ff:ff:… yang harus digunakan untuk mewakili kemiripan 255.255…. di IPv4)</p>
<p>VLSM memang awalnya digunakan untuk membagi/ memecah satu subnet besar menjadi kumpulan subnet-subnet kecil demi menghindari kelebihan alamat IP publik yang tidak terpakai (wasted IP address) yang diberikan dari ISP ke client. Apalagi IPv4 memiliki jumlah yang cukup ‘terbatas’.Setelah muncul RFC 1918 (alokasi untuk private internet &#8211; alamat IP private), VLSM juga digunakan untuk tujuan yang sama. Karena untuk private IP ‘kelas’ A, B dan C menjadi jauh lebih fleksibel untuk penggunaan internal. Tapi tanpa memecah subnet menjadi subnet-subnet kecil, kecenderungan anomali jaringan komputer menjadi naik (diantaranya broadcast storm).<br />
Representasi VLSM tidak menggunakan kumpulan 4-octet yang biasaditemukan (mis: 255.255.0.0 untuk default subnet mask kelas B), tapi VLSM membantu menerjemahkan’ angka yang digunakan menjadi kumpulan 4-octet yang digunakan untuk melakukan subnetting.<br />
Bentuk representasinya adalah dengan menggunakan tanda ‘/’ diikuti dengan angka antara 2 &#8211; 30 (usable subnets) subnet mask 255.0.0.0 direpresentasikan dengan /8 -&gt; hanya 8-bit pertama dari total 32-bit alamat IPv4 yang digunakan subnet mask 255.255.0.0 direpresentasikan dengan /16 -&gt; hanya 16-bit pertama yang digunakan subnet mask 255.255.255.0 direpresentasikan dengan /24 -&gt; hanya 24-bit pertama yang digunakan bit ‘pertama’ diarahkan kepada ‘most significant bit’ (alias dimulai dari yang paling kiri ke kanan … untuk pengertian bahasa sehari-hari)</p>
<p>jadi /30 merupakan representasi 255.255.255.252<br />
/22 merupakan representasi 255.255.252.0 dst</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Variabel Length Subnet Mask (VLSM) oleh ivan dinata</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/05/variabel-length-subnet-mask-vlsm/#comment-160</link>
		<dc:creator>ivan dinata</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 10:43:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=65#comment-160</guid>
		<description>Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda Dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.
Pada metoda VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingganya akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhitungan maka dapat dilihat, subnet yang telah dipecah maka akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda Dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.<br />
Pada metoda VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingganya akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhitungan maka dapat dilihat, subnet yang telah dipecah maka akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.<br />
Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Variabel Length Subnet Mask (VLSM) oleh wiliandri</title>
		<link>http://busran.wordpress.com/2009/02/05/variabel-length-subnet-mask-vlsm/#comment-159</link>
		<dc:creator>wiliandri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:58:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://busran.wordpress.com/?p=65#comment-159</guid>
		<description>Inti dari vlsm memperkecil pemakaian host.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Inti dari vlsm memperkecil pemakaian host.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
